Loading...
Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan

Meriahnya Outbond di Dolan Desa Kalibawang Kulon Progo

September 29, 2015 Add Comment



Selasa (29/9/2015) kemarin, berkesempatan untuk mencicipi ber-outbond ria di Dolan Deso Boro. Sebelumnya pernah ke sana, tapi cuma liat saja. Nah, pas selasa itu bisa ikut basah-basahan. Seru pokonya.

Dolan Deso, merupakan destinasi baru Wisata di bagian utara Kulon Progo. Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh dari beberapa jalur. Tugu Yogya ke barat terus, jati kencana, perempatan ring road Demak Ijo – Pasar Godean – Perempatan Gedongan – Jembatan Kebonagung 1 (Sungai Progo) – Perempatan Kenteng (Nanggulan). Nah di Bangjo Kenteng ini silakan ambil arah ke kanan (utara) sampai Anda menemukan BangJo Dekso. Lurus ke utaran sekira 500 menter, ada pertigaan arah Boro, silakan belok kiri sekira 500 meter dan Anda akan menemukan bangunan Joglo di tengah sawah. Atau Anda, akan menemuka selokan, nah ikuti saja selokan itu.

Jika dari arah Terminal Jombor ke barat, ikuti Jalan Kebonagung sampai menemuka Kantor Camat Minggir, akan ada pertigaan dekat Lapangan. Ambil arah kanan (barat) sampai ada Jembatan Kebonagung 2 – Perempatan Dekso, kemudian ambil arah kanan (utara).

Eh, sebenarnya saya mau meliput kegiatan outbond atau malah promosi. Tapi agar kemeriahan itu bisa terlihat hadir, silakan simak momen-momen yang sempat terekam lensa.

















Lokasi Dolan Deso : Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo DIY
Telepon : 087 838 999 399
Website: www.dolandeso.com



Menikmati Sore di Kebun Teh Pegunungan Menoreh

Januari 23, 2015 Add Comment


Menikmati sore di Kebun Teh Pegunungan Menoreh. Awalnya saya berniat membezuk kakek yang beberapa hari opname di RSUD Wates Kulon Progo. Tapi ketika sampai di rumah beliau, ternyata beliau masih opname dan belum diizinkan pulang. Jadilah terjadi perubahan agenda mendadak. Sekalian sudah di Pegunungan Menoreh, saya pun berbincang dengan Bu Lik tentang kebun teh pegunungan menoreh.

Seperti menemukan jalannya, kebetulan putri Bu Lik yang tak lain adalah sepupu saya, Arlene, lagi liburan dari kerjanya di Jakarta. Dia juga belum lama ini dari kebun teh. Jadilah saya telpon dan memintanya untuk mengantar kami ke kebun teh di pegunungan menoreh. Jarak dari rumah kakek ternyata lumayan jauh, perjalanan sekitar 45 menit. Melewati jalanan berkelok-kelok dan menanjak. Sempat juga melewati hutan pinus.

Jalur menuju kebun teh di Samigaluh ini bisa ditempuh lewat beberapa jalan dari Yogyakarta. Bisa melewati jembatan Kebonagung 2 di daerah Minggir, lalu ke barat melewati perempatan Dekso terus ke barat. Sampai jalur Desa Wisata Nglinggo. Ikuti jalur utama. Jika kesulitan, jangan ragu untuk bertanya, dan masyarakat akan memberikan petunjuk dengan keramahan yang khas.

Anda juga bisa melewati jalur tugu Yogya lurus ke barat, melewati jalan godean dan terus ke jembatan Kebonagung 1, perbatasan Minggir - Moyudan.  Ke barat lagi ada perempatan kenteng dan bisa lurus melalui Girimulyo, setelah tanjakan akan ada pertigaan SD Watumurah, ambil arah ke kanan terus ikuti jalur utama. maka nanti akan sampai ke Purwosari – Samigaluh. Namun jika lewat jalur ini agak membingungkan karena banyaknya persimpangan.

Waktu itu saya ke kebun teh sore hari, bereman, bersama istri, anak dan adik sepupu. Kebetulan pas hari Ahad, liburan jadi pengunjungnya lumayan banyak. Jika mengendarai mobil harus ekstra hati-hati karena jalan yang ngepres. Sempit. Jangan lupa juga untuk mengenakan jaket, karena pada sore hari anginnya cukup kenceng dan dingin.

Sementara untuk masuk, belum dikenakan biaya/restribusi. Untuk parkir pun para petugas tidak memaksa, jadi ada sebagian yang di parkir dan lainnya tidak. Tapi untuk ketertiban saya menyarankan sebaiknya kendaraan diparkir di tempat yang disediakan.

Inilah di antara foto yang sempat saya ambil, kebetulan langit mendung dan hanya sebentar di sana. Jadi tak banyak yang bisa diabadikan dalam lensa.

















Aneka Hasil Kebun Belakang Rumah

November 24, 2014 Add Comment

Saya teringat pesan Bapak, bertani itu tak tergantung seberapa luas lahan, tapi bagaimana cara  mengolahnya. Sepertinya Bapak tak hanya sekedar mengungkap kata, melainkan memberikan contoh nyata. Bagaimana kebun yang terbatas dikelola Bapak dengan giat. Menaman seperti telah menjadi bagian dari kehidupan Bapak. Tak heran belakang rumah dipenuhi banyak tanaman, aneka buah dan sayuran.


Inilah, di antara tanaman dan hasil kebun yang terekam oleh lensa